Awal pekan ini sebuah email melayang ke alamat emailku di sofwan.luqman@xxxx.com. Ternyata datang dari Mas Chodjim. Isinya:
"Mas Sofwan, sampeyan apa ada waktu bila bertemu dengan saya pada Rabu, 14 Nov 2007 ini jam 15.00 di Penerbit Serambi, Jl. Kemang Timur Raya No. 16. Kalau ada waktu, Anda tinggal call saya di 0818-xxx-xxx.
Wassalam,
chodjim"
Segera saya hubungi Mas Chodjim: "Saya pasti datang, Mas"
Siapa Mas Chodjim? Nama lengkapnya, Achmad Chodjim. Ia seorang penulis buku, yang beberapa bukunya laku keras di pasaran. Beberapa di antara karyanya di antaranya: Syekh Siti Jenar, Rahasia Sepuluh Malam dan Sunan Kalijaga: Mistik dan Makrifat. Semua buku-buku itu terbitan Penerbit Serambi. Lima bulan lalu, saya berinisiatif menjalin kontak dengan Mas Chodjim. Betapa tidak, penulis yang satu ini memiliki angle-angle unik dalam meneroka sebuah topik dalam ber-Islam. Hal itu mendorong saya untuk berkenalan lebih jauh dengan dirinya. Memang, sebagian orang mengidentifikasi dirinya sebagai orang Jaringan Islam Liberal karena beberapa kali wawancaranya diterbitkan di situs JIL. Namun, ia mengklarifikasi hal itu. "Saya bukan tipe orang yang mau terkotak sebagai bagian dari sebuah organisasi atau pergerakan. Itu hanya akan mengekang saya untuk menjalankan keyakinan atas sesuatu yang diyakini nurani saya," katanya dalam pertemuan hari Rabu itu mengklarifikasi.
Dalam pertemuan itu, kami melakukan dialog. Memang, saya menjadi pihak yang banyak mengajukan pertanyaan. Yang mengagumkan dari seorang Achmad Chodjim, jawaban-jawaban yang diberikan sangat berdimensi isoteris; terkesan tidak menggurui; dan mengeksplorasi keyakinan inner voice si penanya atas tema yang ditanyakan.
Sungguh, bertemu dan berdialog dengan Achmad Chodjim memberikan pencerahan tersendiri atas banyak hal.
Terima kasih, Mas Chodjim.