
Dua setengah tahun terakhir ini, praktis saya "hidup" dari menulis. Maksudnya mencari nafkah sebagai penulis. Yah, meski menjadi "penulis bayaran" (the writer of fortune), terutama untuk mengerjakan beberapa buku di Departemen Pekerjaan Umum (PU)

. Memang, hal itu tidak terlepas dari kinerja kantor konsultan media yang kami bina sehingga bisa bermitra dengan Pusat Komunikasi Publik PU.
Berbelas tahun lalu, tidak selintas pun pikiran untuk berprofesi sebagai penulis. Memang, tibanya saya di dunia tulis menulis tidak terlepas dari tercemplungnya saya ke dunia kewartawanan 11 tahun silam.
Sebenarnya cita-cita saya sederhana saja: ingin menjadi pegawai Departemen Pekerjaan Umum

. Cita-cita itu muncul karena alasan yang simpel: tetangga di depan rumah orangtua kami dulu orang PU. Dan, ia tergolong kaya raya. Ya sudah akhirnya masuk kuliah Jurusan Planologi, dengan harapan bisa menjadi bekal menjadi PNS PU di Ditjen Penataan Ruang. Sebenarnya ingin masuk Teknik Sipil tapi tahu diri karena tidak terlalu piawai di bidang fisika.
Nah, ternyata jalan hidup menentukan keterdamparan saya di dunia media massa. Sejak itu, keinginan untuk menjadi pegawai PU saya kubur dalam-dalam.
Lha, kok sekarang jalan hidup menuntun saya untuk berkecimpung lagi di dunia PU. Meski bukan sebagai seorang insinyur, melainkan sebagai seorang penulis. Meski hanya penulis
ecek-ecek.
Ah... Tuhan memang adil.
Thanks God.