sofwan weblog-multiply edition

Posted by by: on Feb 28, '08 8:32 PM for everyone
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.

Gito Rollies wafat. Mata batin saya langsung meneroka, "Ah....engkau memang orang yang beruntung Mas Gito. Kau akhiri hidupmu dalam gelimang iman dan keyakinan. Setidaknya, itu yang saya tahu." Saya pun kemudian mencoba mawas diri. Akankah hidup saya kelak bisa berakhir dalam keadaan husnu al-khatimah. Juga, hidup anda teman-temanku.

Siapa yang tidak kenal mendiang Gito. Ia dulu penyanyi rock yang sempat menjadi ikon kebengalan anak muda. "Mick Jagger itu dulu sunnah saya. Mabok, main cewek, dan dunia kelam itulah saya," kata Gito suatu ketika dalam sebuah ceramah. "Tapi, kini sunnah saya Rasulullah," lanjutnya.

Sungguh, saya selalu berjuang untuk menahan untuk tidak meneteskan air mata ketika mendengar lagu religi yang dinyanyikan Mas Gito. Judulnya, "Hanya Pada-Mu Aku Bergantung". Bait-bait dari lirik lagu itu, yang masih saya ingat di antaranya:

"Ku mohon ampunan-Mu."
"Ya...Allah ya Tuhanku"

"Aku insan biasa"
"Yang, tak luput dari dosa-dosa"


 Padahal, saya termasuk tipe manusia yang sulit menangis. Lagu ini pernah menjadi soundtrack sinetron religi (jika tidak salah di RCTI). Setiap mendengar lagu itu (yang dinyanyikan oleh Mas Gito), saya selalu merinding. Entah, mungkin itu karena aura suara Mas Gito yang dipenuhi aura taubat (setidaknya ketika melantunkan lagu tersebut). Apalagi, dalam proses rekaman, lagu itu direkam ketika ia sedang sakit; dari atas tempat tidurnya sekitar dua tahun silam.

Saya lalu teringat pesan seorang sahabat spiritual. Ia bilang, hati manusia itu seperti cermin. Hanya cermin yang bersih sajalah yang bisa memantulkan sinar dengan sempurna. Cermin yang kusam, dipenuhi debu, tentu saja tidak. Begitu pula hati."

Dari satu sisi itu saja, saya yakin bahwa Mas Gito seorang dengan hati bersih. Buktinya, ia bisa memantulkan aura taubatnya kepada orang lain. Setidaknya kepada saya.

Mas Gito, sungguh saya iri padamu. Engkau kembali kepada-Nya dalam ketenangan hati dan batin. Semoga, perjalanan hidupmu bisa menjadi pesan moral bagi kami yang masih hidup.

Selamat jalan, Mas Gito. Terima kasih untuk pesan yang tak ternilai harganya.


14 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ydiani wrote on Feb 28
semoga beliau tenang disana ya mas..
*berkaca2 baca tulisan ini
cindil wrote on Feb 28
Innalillahi wainnalillahi rojiun,
Selamat jalan pak Gito, semoga pintu sorga terbuka lebar menantimu.
kalipaksi wrote on Feb 28
ydiani said
semoga beliau tenang disana ya mas..
*berkaca2 baca tulisan ini
Amiin. Dan, yang terpenting, kita menjadikan kisah hidup beliau menjadi ibrah bagi kita yang masih hidup.
be2ny wrote on Feb 28, edited on Feb 28
satu hal yang perlu menjadi renungan dari peristiwa ini adalah.

efek dari 25 tahun mengkonsumsi narkoba mulai terasa setelah beliau memutuskan berhenti di usia 50, dan selama 11 tahun derita itu harus di tanggung. Namun bila dihitung dgn angka maka masih ada sisa 14 tahun namun ternyata nasib berkata lain.

selamat jalang Bang gitu, semasa saya duduk di SMP saya fans bang hingga tante saya ngomel begitu kaset abang saya putar.
kalipaksi wrote on Feb 28
be2ny said
satu hal yang perlu menjadi renungan dari peristiwa ini adalah.

efek dari 25 tahun mengkonsumsi narkoba mulai terasa setelah beliau memutuskan berhenti di usia 50, dan selama 11 tahun derita itu harus di tanggung.
Good point, Pak Benny. Itu juga menjadi poin yang semoga menjadi bahan perenungan bagi kita semua.
brecs wrote on Feb 28
innalillahi wa innailaihi raji'uun...
prazz wrote on Feb 28
"Ah....engkau memang orang yang beruntung Mas Gito. Kau akhiri hidupmu dalam gelimang iman dan keyakinan. Setidaknya, itu yang saya tahu."
setuju dengan kalimat ini, mas....
tapi semoga kita juga gak perlu terperosok dulu untuk menjadi khusnul khatimah....
wirdayanti wrote on Feb 28
Pelajaran yang manis utk akhir sebuah kehidupan, semoga beliau husnul khotimah..
kalipaksi wrote on Feb 28
prazz said
setuju dengan kalimat ini, mas....
tapi semoga kita juga gak perlu terperosok dulu untuk menjadi khusnul khatimah....
Setuju banget, Pras: "kita memang gak perlu terperosok dulu untuk menjadi khusnul khatimah".
kalipaksi wrote on Feb 28
Pelajaran yang manis utk akhir sebuah kehidupan, semoga beliau husnul khotimah..
Amiin....bunda.
mimie2007 wrote on Feb 28
Ah saya baru tahu....turut sedih, akhir yang indah yang menginspirasi
shubags wrote on Feb 28
SEDDIH ABISH.......gw SELALU nge fans berat sama gito rollies.....hixhixhix.....
fugue wrote on Feb 29
turut berduka cita, semoga jalan hidupnya menjadi inspirasi bagi kita yg msh hidup, dan semoga Tuhan memberikan tempat terindah seperti yg Gito rollies inginkan... Amin.
rieuthulu wrote on Mar 3
Mudah2an kita semua bisa mengikuti jejak si akang Gito, khusnul khotimah ... suatu hal tidak mudah kita capai ... selamat jalan akang Gito .......
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help