
Sebuah berita di detiki-Net membuka pertanyaan baru. Jika memang benar bahwa pemakaian ponsel di pesawat segera berlaku di Eropa, kapan dunia penerbangan di Indonesia akan segera mengikuti jejak itu? Yups, selama ini para penumpang pesawat dilarang melakukan komunikasi selama penerbangan. Jika pun ada yang mengoperasikan smartphone itu pun dalam mode offline. Jadi bukan dalam rangka berkomunikasi, melainkan lebih sebagai PDA.
Belum lama ini, maskapai penerbangan Emirates telah mengizinkan penggunaan handphone untuk keperluan komunikasi selama penerbangan berlangsung. Bahkan,
Komisi Eropa juga telah menyetujui pemakaian ponsel di pesawat yang lalu lalang di benua biru itu. Tahun ini juga jika tak ada kendala berarti, penumpang pesawat di Eropa sudah bisa memakai ponsel di pesawat untuk beragam keperluan seperti melakukan panggilan, SMS ataupun e-mail.
Syarat dan KetentuanTentu saja pemakaian ponsel di pesawat ini diawasi ketat. Lembaga European Safety Agency baru akan menyetujui pemakaian ponsel oleh maskapai penerbangan yang memenuhi syarat, misalnya adanya kepastian sinyal ponsel tak akan mengganggu komponen elektronik pesawat.
Selain itu, ponsel baru boleh dipakai di ketinggian 3000 meter dan harus dimatikan saat pesawat akan mendarat atau lepas landas. Pilot juga memiliki wewenang untuk mematikan layanan jika diperlukan.
Berbagai maskapai penerbangan sudah menyatakan kesiapannya memfasilitasi pemakaian ponsel di pesawat ini. Namun demikian, ada juga maskapai besar yang belum akan menerapkan layanan itu, misalnya Lufthansa dari Jerman.
Sebagian penumpang memang menyatakan kekhawatirannya akan keselamatan penerbangan jika pemakaian ponsel diperbolehkan. Wajar saja, sudah sejak lama penumpang pesawat direcoki pernyataan bahwa pemakaian ponsel di pesawat membahayakan.
Nggak sabar menunggu saat ber-sms dan ber-telpon ria selama penerbangan dibolehkan. Yups, dengan catatan:
safety first, tentunya.