Iringan jukung atau perahu kecil yang terbuat dari kayu utuh berisi aneka buah dan asyuran segar berkonvoi menuju lokasi pasar terapung. Seorang perempuan mengenakan caping leher dari daun rumbia, berasa di atas jukung. Ia adalah penjual buah atau sayuran yang harus mendayung sendiri jukungnya.
Hiruk pikuk pasar terapung di Banjarmasin memang merupakan daya tarik tersendiri. Keberadaan pasar terapung ini, kokon, tak lepas dari sejarah berdirinya Kota Banjarmasin. Pada tahun 1526, Sultan Suriansyah mendirikn kerajaan di tepian sungai Kuin dan Barito yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya kota Banjarmasin. Di tepian sungai ini pula pusat perdagangan di Banjarmasin dimulai.
Selain pasar terapung di Kuin Banjarmasin, pasar terapung lain dapat dijumpai di Lok Baintan, yang berada di atas sungai Martapura di Kabupaten banjar Kalimantan Selatan. Pasar terapung Lok Baintan memang belum sepopuler pasar terapung Kuin di Banjarmasin. Mungkin karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga wisatawan lebih suka dinggah di pasar terapung Kuin.
Ah, akhirnya obsesi untuk memotret pasar terapung ini terpuaskan sudah.
foto: sofwan{kalipaksi} @ Februari 2008
Pasar Terapung 2.jpg
Pasar Terapung.jpg
Pasar Terapung 3.jpg
Pasar Terapung 4.jpg
Pasar Terapung 5.jpg 1 Comment
Pasar Terapung 6.jpg
Pasar Terapung 7.jpg
|