Foto-foto ini merupakan kenangan ketika meliput jejak-jejak pemberdayaan indigenous people (komunitas adat terpencil) di Wamena, Jayawijaya. Program pemberdayaan itu dimulai ketika digelar Operasi Koteka pada akhir dekade 1970 dan awal dekade 1980-an. Dan kini, hasilnya, saudara-saudara kita di kawasan pegunungan tengah pulau Papua itu telah lebih berdaya, dalam konteks modernisasi.
Tentu saja, ada kerinduan untuk bisa menapakkan kaki di bumi Wamena. Mengitari lembah Baliem dengan sepeda motor Pak Mathius, seorang pekerja sosial yang sejak dua dekade lalu ikut memberdayakan kaumnya.
Udara Wamena memang sangat dingin, tetapi senyum warganya selalu hangat. Dan, saya rindu untuk ditegursapa: "selamat pagi, Bapak".
foto-foto by: sofwan {kalipaksi}
DSC06395.JPG
Rumah hitam.jpg
DSC06413.JPG
|