Posted by by: on Jun 18, '07 1:30 AM for everyone Waktu jalan-jalan ke beberapa tempat prostitusi di beberapa kota, sebenarnya lebih banyak sisi pilu yang dijumpai dari pada sisi ceria. Jadi, please, bangun ulang imej anda tentang dunia malam itu.
Salah satunya, anak-anak yang lahir dari rahim pekerja prostitusi. Yang, tentu saja, kadang tidak begitu jelas sperma lelaki mana yang membuahi sel telur sang mama. Seperti yang terekam dalam dua potret berikut ini.
Maaf, tempat di mana momen ini saya abadikan, harus saya rahasiakan. Dan, wajah si ibu pun harus saya sembunyikan. Semoga, bisa menjadi bahan pertimbangan bagi anda dalam mendekonstruksi ulang pemahaman ttg dunia prostitusi, yang ternyata juga penuh dengan air mata dan kesedihan......
Maafkan Ibu, Nak.... 15 Comments
Tuhan, jangan biarkan ia menderita karena dosa-dosaku 4 Comments
|
 | lonte juga manusia... punya rasa punya hati,,, |
 | Bikin lapangan kerja yang banyak...kasih kesempatan wanita kerja seluas-luasnya. Para lelaki di tatar moralnya, jangan nyalahin cewek saja.
Mereka cuman korban kebijakan yg dibuat kaum cowok...kebijakan yang tidak berpihak pada wanita.
Kalau mereka di bilang sampah masyarakat khan yang bikin sampah masyarakatnya sendiri...di daur ulang dong. |
 | selama masih banyak cowok yang butuh...mereka akan selalu ada.. .apalagi di dorong kemiskinan....
Jangan salahkan mereka sepihak... |
 | anak .... tetaplah anak ... titipan Tuhan. semoga mereka selalu dalam lindungan Allah swt :) |
 | Bagusnya tuh orang-orang dan tokoh-tokoh yg suka poligami kayak Bang Haji rhoma Irama, Aa Gym, Yusril Ihza, KH Nur Muhammad Iskandar, dll menikahi wanita-wanita yang malang itu. Itulah salah satu solusi yang efektif dan nyata mengurangi jumlah wanita malam.
Biar terlihat dan membuktikan diri bahwa mereka betul-betul tokoh spiritual, dan tokoh agama yang menikah lagi bukan karena hawa nafsu tapi karena membantu sesama dan memecahkan masalah sosial!
Masalahnya mau nggak mereka menikahi?...hi...hiiii....hiiii |
 | Oke, kapan-kapan ya...Menarik tuh temanya. |
 | Boleh-boleh...wah kayaknya harus disusun nih panitianya....hehehehe. |
 | Mas,motretnya yang artistik dong ! Jujur, yang ini anglenya norak banget. Sayang kan, obyeknya bagus. |
 | aduh2............... gimana ya................ |
 | warna dunia... pasti memperoleh rejeki masing2... |
 | boss... kalo balik lagi ikutttt......heheheheh.... |
 | aku daftar yah kalo jadi hunting nya... |
 | Kasian anaknya. Moga-moga ibunya punya banyak waktu untuk dia. |
 | hmmm.... hidup harus terus berlanjut |
 | duh kasihan banget yaa, dengan bayi yang tak berdosa itu |
 | :) bukan bermaksud tidak mau merekonstruksi ulang pemikiran. betul itu anak manusia yang tak berdosa, benar harus dilindungi, benar tidak bisa disalahkan. setuju! tapi prostitusi yang salah satunya jadi penyebab adanya nasib malang itu baik dibumihanguskan meskipun susahe 'rangadubillah'. knp ustadz yang suka poligami suruh nikahin mereka ya? bukannya mending yang suka 'make' yang disuruh nikahin? biar setimpal apa yang didapatkan dengan apa yang diberikan. mosok 'kepedihan' seperti itu cuman dibayar ratusan ribu. |
 | Oh my.......*speechless.......menghela nafas........* |
 | mengharukan, foto yg berbicara,
|
 | ada teman saya namanya suryo wibowo, dia juga banayk memotret tentang prostitusi dan waria di jogjakarta, nnati sya cari dulu linknya |
 | kasihan..anak yang masih suci ini...harus dilahirkan |
 | Saya pribadi tdk antipati ama yg namanya prostitute. Tapi ada kalanya dan banyak prostitute yg menjadi pelacur hanya krn pingin hidup enak dan gampang, ini yg saya gak akan bisa terima. Tapi, yg bkn saya prihatin krn dia dijerumuskan dan susah utk ke luar dan dia tdk suka dng profesi mereka. Itu yg hrs dikasihani, tp kalo dia punya kesempatan utk ke luar, tp memilih hidup spt itu krn tdk mau hidup susah, itu memang dia bermental pelacur alias gak punya harga diri. Niwei, saya selalu merasa kasihan dan prihatin dng nasib anak-anak yg lahir dan hidup di lingkungan pelacuran. |
 | Sorry, friend...foto ini direkayasa gak sih, kaya'nya terlalu didramatisir, kaya' film indonesia, terlalu gimana gitu, terlalu dibuat-buat, sehingga membuat orang bingung, harus iba dengan siapa, anaknya atau ibunya?...tapi so far, so good lah, jarang2 ada wts yang mau difoto bersama anaknya... |
 | Sorry, friend...foto ini direkayasa gak sih, kaya'nya terlalu didramatisir, kaya' film indonesia, terlalu gimana gitu, terlalu dibuat-buat, sehingga membuat orang bingung, harus iba dengan siapa, anaknya atau ibunya?...tapi so far, so good lah, jarang2 ada wts yang mau difoto bersama anaknya...  Saya jamin asli 100%. tanpa rekayasa. Momen ini saya abadikan waktu saya sedang melakukan liputan di Kepulauan Riau untuk album fotografi buku sebuah departemen. Nah, karena saya diteman oleh seorang petugas dinas sosial, saya menjadi leluasa bergerak di kompleks lokalisasi untuk mengabadikan feature kehidupan di sana.
Nah, foto ini saya ambil secara refleks. Karena itu pula sang wanita bergerak menghindar secara refleks. Usai foto ini terabadikan barulah saya menanyakan perihal perempuan tsb kepada penanggung jawab kompleks lokalisasi. Oh ya, foto kedua pada album foto ini sudah termuat dalam buku feature dan fotografi tersebut.
Tks.
|
 | Mereka adalah perempuan perempuan Perkasa! |
 | May God have mercy on us all, amin. |
 | my naive side: adekna lucuuuu,, my puberty side: nice legs,, my honesty side: nice photo,, my theologically side: Tuhan punya rencana,,tapi, apa uda gak ada kerja yang halal? hiduplah untuk akhiratmu,, jagalah dirimu dari panasnya api neraka,, |
 | saya suka bagian yang "mypuberty side"... :) |
 | Ironis.... tapi, masih ga bisa membenarkan ini satu-satunya cara meneruskan hidup.. *helpless....* :-((
|
 | "Tuhan, jangan biarkan ia menderita karena dosa-dosaku "
move on... !!! |
 | Kita harusnya bersyukur pada Tuhan kita diberi hidup yang sehat baik secara lahir dan bathin. Wujud dari rasa syukur itu marilah kita tunjukkan minimal dengan mendo'akan para pelacur itu kembali ke jalan yang penuh norma susila yang positif. Dan wujud dari rasa syukur itu, kita himbau kepada pemegang kebijakan di negeri ini untuk mencari solusi real atas semua masalah pelacuran di negeri ini, misalnya dengan membuat undang-undang tentang itu dan melaksanakannya dengan baik dan tersistem. Dan satu hal lagi yang menyebabkan pelacuran makin menjadi-jadi, yaitu tentang tidak adanya tindakan hukum yang jelas dan tegas kepada para germo, penikmat pelacuran maupun kepada pelacur itu sendiri. |
 | OMG..baby nya lucu..sayang bgt membuang anak suci ini...semoga ada jalan keluarnya buat mamanya...amin... |
 | Ya itu tadi, belum adanya undang-undang yang komprehensif yang mengatur semuanya . Jika sudah ada, dan pelaksanaannya pun baik dan tersistem oleh pemegang kebijakan di negeri ini maka segala nilai-nilai kemanusiaan akan terlindungi, baik perlindungan dan hak si anak, maupun sang pelacur sebagai seorang ibu, dan mungkin saja dapat di cari siapa sebenarnya sang bapak nya dengan mekanisme tes DNA, sehingga dengan tindakan hukum sipenikmat pelacuran dapat dikenai tanggung jawab sebagai seorang bapak. Dan bagi tindakan pelacuran itu sendiri juga tidak lepas dari tindakan hukum yang melindungi semuanya |
 | bang...mengapa nggak abang aza yang nikahin,,,kan abang yang nyari2..sapa..tahu nanti dapat...ilham jadi petualang foto grafer dunia,,hitam...yang kondang,,heeee... |
 | Nendang! foto yang bercerita..! |
 | heran......ini terjadi di negri yang penduduknya sebagian luasnya mempunyai agama,sudah gitu malah kebanyakan yang fanatik.......where is tuhan ? or....where is the reality? or just naiv ?! |
 | ini terjadi sementara di indonesia hotel2 berbintang lima banyak sekali dan laris setiap hari...dan yang paling murah semalam nginapnya paling murah 150 dollar ! sedangkan buat satu dollar saja sebenarnya ibu dan anaknya itu bisa makan seharian dengan puas !!! aneh yah? maka itu klo gw ke indonesia gak mau nginep di hotel berbintang 5,gak tega !!!! mendingan nginep di hotel murah dan sisa uangnya kasih tolong orang yang di pinggir jalan lagi kelaparan !!!! terutama anak anak kecil itu...sedih deh mikirin mereka ! indonesia sudah lama merdeka dan sudah berapa kalai revolusi dan masyarakatnya selalu di janjikan sorga pada saat kampanye tapi begitu sudah jadi pejabat pemnerintah...duit masuk kantong sendiri dan setiap hari tugasnya cuma mikirin tebelin kantong ini bukannya bertanggung jawab pada massa! dan ini terjadi di negri yang paling kuat agamanya lho....dan yang penduduknya kebanyakan orang alim lho......aneh yah...tapi ini kenyataannnya dan bukan barusan tapi udah lama bahakan udah jadi tradisi! insya allah atau haleluya? |
 | hmh.......ribuan...bahkan jutaan |
 | salut ama sang fotografer, bisa menangkap sisi lain dari kehidupan dunia malam |
 | Luar biasa. Fotonya mengharu biru ha ha ha.Kenapa masih saja ya dunia hitam itu terus tumbuh dan berkembang....?
|
 | Yang tampak tidak selalu memperlihatkan yang sesungguhnya |
| |