Berbagai billboard yang mengkampanyekan awas AIDS beredar hingga ke pelosok Papua. Termasuk di Wamena, Ibukota Kabupaten Jayawijaya. Saat ini, epidemi AIDS di Provinsi Papua telah masuk pada episentrum ketiga: istri dan keluarga pelanggan pekerja seks komersial. Ddalam tiga tahun terakhir ini, jumlah ibu rumah tangga yang terkena HIV/AIDS sudah lebih besar dari pada wanita pekerja seksual (lihat tabel). Salah satu ibu rumah tangga yang mengalami nasib seperti itu di antaranya Ima (Suara Perempuan Papua, September 2005). Episentrum pertama adalah WTS, sedangkan episentrum kedua adalah para pelanggannya.
Bahkan, kasus HIV/AIDS di Papua telah dialami oleh semua lapisan mulai dari pegawai negeri, anggota TNI/POLRI, pelajar dan mahasiswa, buruh pelabuhan, pengusaha, ibu rumah tangga, balita dan bayi (Dinas Kesehatan Provinsi Papua, 2005).
Tanah Papua kini sedang terintai oleh ancaman HIV/AIDS. Jangan sampai, peristiwa kelam suku Marind 90 tahun lalu yang membuat populasi suku tersebut tinggal 1/3 dari total populasi karena terkena penyakit kelamin berulang kembali, dalam bentuk wabah baru: HIV/AIDS.
Awas tsunami AIDS di tanah Papua.
pics & teks: sofwan {kalipaksi}
AIDS WAMENA3.JPG
AIDS WAMENA9.JPG
AIDS WAMENA.jpg
|