Namanya Papuq Mahnen. Dalam bahasa sasak, papuq berarti nenek. Usianya sekarang sudah mencapai 99 tahun. Setidaknya itu informasi yang saya peroleh dari para warga Desa Bayan di lereng Gunung Rinjani, Pulau Lombok.
Nenek Mahnen, tinggal di sebuah desa yang merupakan salah satu desa percontohan pembinaan indigenous people di NTB. Ia sangat senang duduk berjongkok di sudut teras depan rumahnya, yang masih beralaskan tanah dan berdinding sulaman bambu....
Ah....saya tak tahu apa yang ada di dalam relung tatapan matanya yang tampak kosong itu. Entah menerawang jauh hingga ke mana? Atau mungkin, mencoba meneroka jalan-jalan setapak menuju akhirat kelak, mengingat usianya yang sudah demikian senja.
Saya tidak tahu apakah bisa berjumpa lagi dengannya.....
Namanya Papuq Mahnen. Dalam bahasa sasak, papuq berarti nenek. Usianya sekarang sudah mencapai 99 tahun. Setidaknya itu informasi yang saya peroleh dari para warga Desa Bayan di lereng Gunung Rinjani, Pulau Lombok.
Nenek Mahnen, tinggal di sebuah desa yang merupakan salah satu desa percontohan pembinaan indigenous people di NTB.
menarik idenya mas... coab dibikin story, ikut setiap kegiatannya... btw, klo dari jogja ampe Rinjani butuh waktu dan biaya berapa yakz?... hehehe... salam kenal
menarik idenya mas... coab dibikin story, ikut setiap kegiatannya... btw, klo dari jogja ampe Rinjani butuh waktu dan biaya berapa yakz?... hehehe... salam kenal
kalo dari mataram ke lereng Rinjani paling cuma habis 100 rb-an sejalan.... Nah, kalo tiket pesawat dari Jogja ke Mataram aku kurang paham. :-)