sofwan weblog-multiply edition

Posted by by: on Jun 9, '07 2:23 AM for everyone
Category:Other
Menyusuri kawasan Kota Tua Jakarta, seakan-akan membuat kita merasa berada di Eropa. Jajaran karya arsitektur dengan nuansa Indis yang kental, yang dilingkupi kanal-kanal dan taman (square), merupakan warisan era penjajahan Belanda dari abad ke-18. Nuansa itu, sungguh menggambarkan pesona kawasan Kota Tua Jakarta, yang dahulu dikenal dengan sebutan Oud Batavia.

Kota Tua Jakarta merupakan embrio atau cikal bakal dalam sejarah pembentukan dan perkembangan Kota Jakarta. Pada masa lalu, Jakarta Kota (Oud Batavia) merupakan ibukota Batavia dan merupakan pusat penting kegiatan ekonomi dan politik Pemerintah Hindia Belanda. Berdasarkan buku harian seorang prajurit tua Gedenkschrijften van een oud koloniaal, Clockener Brousson mengungkapkan bahwa Kota Tua Jakarta pernah mengalami masa kejayaan pada pertengahan abad ke-17 sehingga sempat mendapat julukan sebagai ”Queen of the East”.
Saat ini kondisi kawasan Kota Tua sungguh sangat memprihatinkan, lengkap dengan berbagai permasalahan yang timbul di dalamnya, mulai dari persoalan kemacetan, polusi udara dan polusi air sungai, sampah, kumuh, tidak aman, kondisi infrastruktur dan utilitas seperti drainase yang buruk, minimnya sarana pedestrian, masalah perparkiran, menurunnya kualitas lingkungan, kurangnya keterkaitan (lack of linkages) antarpusat kegiatan di Kota Tua, hingga lemahnya koordinasi antardinas pada pemerintah kota (yang terkait dengan kebijakan dan program dalam penanganan kawasan Kota Tua Jakarta). Selain itu, banyak karya arsitektur dengan nilai historis tinggi yang rusak, terbengkalai ataupun hancur dengan sendirinya (self destruction).

Dari dahulu hingga sekarang, sejatinya kawasan Kota Tua memiliki posisi yang sangat strategis bagi Kota Jakarta. Di masa lalu, kawasan Kota Tua merupakan pintu gerbang utama untuk memasuki Jakarta melalui Kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa. Dan kini, dengan berbagai kemudahan akses darat yang cukup baik—terlebih setelah dilalui jalur bus Transjakarta (busway) yang dibangun Pemerintah DKI Jakarta—kawasan ini tetap memiliki posisi penting, salah satunya sebagai kawasan perdagangan. Kawasan Kota Tua dilingkupi oleh pusat-pusat bisnis seperti Glodok, Mangga Dua, Tanah Abang dan lainnya, yang cukup berpengaruh terhadap perkembangan kawasan Kota Tua Jakarta, terutama dari segi ekonomi. Bahkan, pada kurun waktu 1965-1985, kawasan Kota Tua bahkan termasuk salah satu kawasan bisnis utama (Central Business District) di Jakarta.
Jelas, tidak bisa dipungkiri bahwa Kawasan Kota Tua Jakarta menyisakan jejak struktur Kota Tua era kolonial serta arsitektur bersejarah dengan nilai historis sangat tinggi, yang sekaligus merupakan cerminan kisah sejarah, tata cara hidup, budaya dan peradaban masyarakat Jakarta di masa lampau. Sungguh, itu semua merupakan laboratorium hidup bagi generasi muda untuk mempelajari, menghayati dan menghargai warisan leluhurnya.

Jadi, tolong dong dijaga situs yang unik dan akan menjadi kenangan hidup orang Jakarta ini.


mahartika07 wrote on Jun 9, '07
Apa sih yang akan kita tinggalkan buat warisan anak cucu bangsa nanti? Mungkin cuma cerita...
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help