sofwan weblog-multiply edition

Posted by by: on Feb 14, '08 9:33 PM for everyone
Category:Other
Nokia Indonesia memperkuat 'peralatan tempur' personel detikcom dalam menerapkan jurnalisme bergerak (mobile journalism). 'Senjata' ini menambah amunisi personel detikcom di lapangan. Gadget Nokia E61i itu dianggap cocok untuk melengkapi pasukan 'mobile journalism' detikcom di lapangan dalam memburu berita-berita terupdate. Gadget ini memang cukup efektif untuk mendukung kebutuhan mobile journalism, seperti untuk memotret, merekam gambar video bahkan menulis laporan, lalu mengirimkannya ke redaksi dalam hitungan detik. Alhasil, hanya dengan piranti mungil ini, mobile journalism pun menjadi lebih efektif dan efisien.

Istilah mobile journalism sebenarnya sudah lama mengemuka. Sejak era teknologi komunikasi berkembang, mobile journalism pun berkembang. Namun, sejak kehadiran gadget-gadget genggam semacam handphone dengan fungsinya yang multiguna, kini para pelaku mobile journalism bisa lebih bergerak leluasa. Meminjam istilam mantan bos saya, "Ndak perlu gembol-gembol menenteng kamera besar, laptop, dan sebagainya".

Memang, dengan mobile journalism, masalah jarak dan waktu bisa dipangkas dengan cepat. Begitulah cara kerja personel mobile journalism detikcom. Tak perlu susah-susah kembali ke kantor, peristiwa yang terjadi di berbagai tempat dapat dengan cepat disampaikan. Publik pun dapat menikmati berbagai informasi berita, foto dan video secara real time.

Namun, mobile journalisme gaya termutakhir ini bukannya tanpa kendala. Seperti kisah-kisah lucu para reporter detikcom berikut ini:

"Wah, kok kamu ikut berdesak-desakan ambil gambar, emang buat apa?" tanya seorang kameramen televisi swasta nasional yang tengah memanggul kamera besar terheran-heran.

"Iya, buat detikTV," jawab Andi, sang reporter detikcom.

Beberapa saat kemudian ponsel canggih Andi beralih menjadi kamera foto. Klik! Klik! Kamera mungil itu berdesakan dengan lensa panjang para fotografer.

Atau, kisah Fitraya Ramadhanny, misalnya, yang pernah ditolak oleh Istana Presiden saat mensyuting rapat kabinet dengan kamera digital. Alasannya, kamera kok kecil gitu? Maklum, sebagian publik masih membayangkan kamera itu ya segede gaban seperti "zaman dulu". Tapi setelah dijelaskan, Faya kembali bisa meneruskan kerjanya.

Sementara, suatu hari, seorang reporter detikcom lain meminta izin mengambil foto Julia Perez. Mendengar itu, Jupe, penggilan artis seksi itu langsung mendekati Eny yang sedang menggenggam ponsel canggih untuk berpose bersama.

"Bukan Mbak, saya wartawan. Maksud saya, saya mau ngambil foto Mbak," ujar Eny menjelaskan.

"O, saya kira kamu fans saya," jawab Jupe sambil ketawa-ketiwi.

Artis mungil Yuni Shara juga setali tiga uang. Dia mengira Rachman Haryanto, reporter detikHot lainnya, sebagai fansnya. "Habis kamu pakai ponsel kamera," alasan Yuni.


(gambar diambil dari: http://www.generation-nt.com/)


catatankecil wrote on Feb 14
Wah, seru tuh gadgetnya Pak Sofwan?
kalipaksi wrote on Feb 14, edited on Feb 15
Wah, seru tuh gadgetnya Pak Sofwan?
Heeh........kapan punya ya...? Ah, yang sekarang ada pun disyukuri saja lah. Nokia jadul E-70 juga udah cukup. Sayang, belom bisa buat edit foto.
darmasdt wrote on Feb 14
hehehehehehhh.. dunia ini sedang berubah ya..
thanks for sharing the stories :)
fugue wrote on Feb 15
ReviewReviewReviewReviewReview
hebat!!! semakin hari semakin..... berganti :))
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help