sofwan weblog-multiply edition

Posted by by: on Mar 9, '08 11:03 AM for everyone
Category:Other
Banyak orang bilang, pemikiran-pemikiran Rumi makin relevan untuk zaman kini. Padahal, ia hidup delapan abad silam.

Banyak orang bilang, mengaku terpana oleh kedahsyatan pemikiran dan syair Rumi. Maknanya begitu dalam dan semuanya merupakan intisari al-Qur'an.

Banyak orang bilang, apa yang ditulis Rumi sepanjang hayatnya adalah kebenaran. Meski tercetus beratus tahun silam, kebenaran hakiki tetap menjadi sebuah kebenaran hingga masa kini sekalipun. Sebagai orang yang hidup di abad ke-13, pemikiran Rumi teramat maju. Bahkan, hasil perenungan Rumi dianggap telah jauh melampaui zamannya.

Banyak orang bilang, Rumi adalah filosof muslim yang menebarkan kebenaran dengan cara yang indah.

''Rumi...Oh...Rumi...Delapan ratus tahun sudah engkau kembali, menghadap Sang Pencipta. Namun, hingga kini, kata-katamu masih bisa memukau dan membuat orang tersadar untuk terus berada di jalan yang benar.''

Kehidupan sufi belum tampak diminati Rumi hingga usia 35 tahun. Saat itu, ia juga tidak terlihat tertarik menjadi penyair. Kepenyairan Rumi bermula ketika berumur 37 tahun. Pertemuan, pertemanan, dan pengembaraannya bersama Syamsi Tabriz -- seorang darwish alias sufi pengembara dari Tabriz, Iran, yang hadir di Konya, Turki, pada 1244 membuat hidup Rumi makin berwarna.

Perpisahan dengan Syamsi Tabrizlah yang memicu Rumi untuk menulis syair. Rasa kangen pada guru spiritualnya membuat Rumi yang lahir di Balkh, Afghanistan perlahan makin merindukan Tuhan. Sepeninggalnya, Rumi pun mewariskan karya-karya fenomenal yang menggugah hati.

Seiring waktu, Diwan-i Shams Tabriz dan Mathnawi-i Ma'nawi, kemudian mendunia, dan tidak hanya jadi kebanggaan Persia. Konon, sepanjang hidupnya, Rumi melahirkan 34.662 bait syair dalam bentuk ghazal alias sajak-sajak cinta mistikal, ruba'i atau sajak empat baris dengan rima teratur, dan matsnawi yang menyerupai prosa. Lantas, masih ada lagi wacana keilmuan (rasa'il) dan khutbah (khitabah).

Uniknya, dari 27 ribu matsnawi Rumi, cuma 18 yang ditulis tangannya sendiri. Hanya bagian pembuka saja yang merupakan goresan pena Rumi. Sisanya dicatat oleh murid-muridnya. Catatan itulah yang kini tersebar luas di seluruh penjuru dunia. Karya Rumi tersebut telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan mempengaruhi mereka yang membacanya.

Gagasan Rumi termasuk yang mendapat tempat di hati orang yang tidak seagama dengannya, sekalipun. Itu karena Rumi memandang semua agama adalah sama, mengajarkan cinta kepada alam keruhanian. Pemikirannya itu antara lain tercetus dalam sajak Ratapan Seruling Bambu, kisah kerinduan manusia terhadap Tuhannya.

Seorang penyair beken di negeri ini mengaku merasa 'tersesat di jalan yang benar' saat membaca karya-karya Rumi. ''Toh lebih bagus daripada merasa benar di jalan yang sesat,'' kelakarnya.

KH Mustafa Bisri yang ahli fiqih menganggap penting upaya untuk mengembangkan pemikiran Rumi. Terlebih, Rumi menggunakan penanya untuk menghancurkan pedang dan tombak -- membawa pesan perdamaian. ''Kemarilah, mari kita berbicara tentang Tuhan,'' ajak Mustafa menirukan Rumi.


10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
brecs wrote on Mar 9
ReviewReviewReviewReview
tersesat di jalan yg benar... hehehehehe
lifevolution wrote on Mar 9, edited on Mar 9
ReviewReviewReviewReview
pernah suatu hari saya menikmati segelas es sirup mawar "ditemani" rumi...dan saya akui, saya pun tersesat bersama para darwis...
suarahujan wrote on Mar 9
ReviewReviewReviewReview
ya..mari kita bicara tentang Tuhan.
hanya bicara...bukan saling membunuh karena Tuhan
pipipego wrote on Mar 9
ReviewReviewReviewReview
tapi kalo jalannya sudah benar... lantas mengapa kita masih bisa tersesat?
kalipaksi wrote on Mar 9
tapi kalo jalannya sudah benar... lantas mengapa kita masih bisa tersesat?
Hanya sebuah istilah yang dibuat-buat "nyastra". :) Jadi, ada efek dramatis.
kalipaksi wrote on Mar 9
ya..mari kita bicara tentang Tuhan.
hanya bicara...bukan saling membunuh karena Tuhan
Good point.
nazirrezai wrote on Apr 27
hanya sayangnya banyak orang yang semacam (MRNOXIOUS) langsung menuduh dan fitnah orang jika kita tak sependapat dengannya.....
dia karna dari pakistan asalnya dan ngungsi ke indonesia jadi jago bahasa arab lantas mengira dengan pakai bhs arab bisa mengelabui orang islam yang akan mengiranya sebagai orang alim,padahal sebanarnya dia seorang banci kafirbillah yang cuma jago berkotbah menyalahgunakan agama sebagai kedok nafsunya dan cari makan.
hati hati dengan ini orang...mrnoxuious..penipu halus seperti setan!
waliduta wrote on May 7, edited on May 7
ReviewReview
Salam kenal mas Sofwan Kalipaksi; inilah satu diantara bukti Kebesaran Tuhan. Para Pencarinya menemukan dirinya sendiri dengan Islam yang lembut hati ala Rummi, Islam yang Rahman, Islam yang Nadjib, Islam yang A'a, Islam yang Wahid, Islam yang Rahmat, Islam yang Jalal, Islam yang Kholis, Islam yang Nuh, Islam yang Isa, Islam yang cerdas oleh Musa, Islam yang Ibrahim, dan dst, dst dan kenapa selanjutnya islam yang lain kok digugat-gugat...? Tentu dipersilahkan dicari islam yang kaaffah bagai islam nya Rosululloh Muhammad bin Abdullah...njih to..? Salam..
Comment deleted at the request of the author.
kalipaksi wrote on May 7
Salam kenal mas Sofwan Kalipaksi; inilah satu diantara bukti Kebesaran Tuhan. Para Pencarinya menemukan dirinya sendiri dengan Islam yang lembut hati ala Rummi, Islam yang Rahman, Islam yang Nadjib, Islam yang A'a, Islam yang Wahid, Islam yang Rahmat, Islam yang Jalal, Islam yang Kholis, Islam yang Nuh, Islam yang Isa, Islam yang cerdas oleh Musa, Islam yang Ibrahim, dan dst, dst dan kenapa selanjutnya islam yang lain kok digugat-gugat...? Tentu dipersilahkan dicari islam yang kaaffah bagai islam nya Rosululloh Muhammad bin Abdullah...njih to..? Salam..
Salam kenal juga, Pak. Insya Allah, jika instrumennya adalah kelembutan nurani, sejatinya, Islam yang "berona-warna" itu sesungguhnya bermuara pada satu ruang, yakni: ruang yang penuh dengan keridoan Ilahi. Amiiiiiiiin.
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help