Posted by by: on Mar 23, '08 6:05 AM for everyone  Ini adalah sebuah kutipan dari buku garapan saya, yang akan segera terbit. Buku itu tentang kiprah puluhan kota di Indonesia yang dianggap sukses mengelola infrastruktur. Salah satunya Kota Yogya, yang dinilai oke di bidang pengelolaan sampah.
Yogya memang nampak semakin indah dan bersih di era Walikota Zudiyanto. Ia yang pernah bergelar Wagiman (walikota gila taman) ini tak ingin setengah-setengah dalam membersihkan Yogyakarta dari sampah-sampah. Keseriusannya bukan hanya dibuktikan melalui kebijakan-kebijakan dan penyediaan prasarana dan sarana, tetapi juga melalui sikap-sikapnya. Ia, misalnya, pernah membagikan gajinya selama dua bulan sebagai walikota kepada para tukang sampah di lapangan. Pasukan kuning itu juga sering diundang makan di kediaman resminya.
“Tidak ada maksud apa-apa, kecuali untuk menunjukkan bahwa peran mereka sungguh penting bagi Yogyakarta. Kalau walikota tidak ada selama dua bulan, pemerintahan ini akan berjalan sebagaimana mestinya, dan lain-lain juga lancar. Tapi, bayangkan, seminggu saja pasukan kuning itu mogok, wah sudah jadi apa kota ini,” aku Zudiyanto.
Si Wagiman bangga menjadi teman bagi para petugas sampah. “Walikota sampah,” andai saja ada yang mau menyebut begitu, Zudiyanto tentu akan menerima julukan itu dengan senang hati. “Saya akan senang. Itu artinya pesan kita sampai ke publik luas, kan?” tutur sang Walikota sembari tertawa. Lebih dari sekadar tindakan rutin, atau empati yang ditunjukkan kepada para petugas sampah, ia ingin warga di kotanya memiliki tanggung jawab terhadap persoalan sampah.
Penanganan sampah, bagi Zudiyanto, tidak sekadar masalah fisik, tapi juga soal nilai. “Kita ingin, semua warga kota Yogya akan menilai orang yang ketahuan membuang sampah secara sembarangan dengan sebutan “katro”, kampungan, kurang berwawasan lingkungan, dan seterusnya,” kata Zudiyanto.   | sy ingin baca bukunya kalo sdh terbit |
 | aku juga mau bacaaaaaaaaaaaa
*sambil menatap melas ke mas sofwan* |
 | Nukilan bukunya menarik Mas. Semoga cepat terbit. |
 | Tidak jarang sebuah gagasan yang sederhana mampu menyelamatkan dunia.Seperti Pak"Wagiman" (Walikota Gila Taman).Sebuah kebiasaan yang baik ditularkan kepada orang lain.Selama ini kita tidak jarang menyepelekan tugas dan kewajiban para "pasukan kuning",namun perlu disadari peran mereka sangat berarti.Kota bersih,taman indah selain membuat mata menjadi sejuk kala memandang,selain itu juga secara tidak langsung ikut berperan dalam mengurangi dampak pencemaran polusi,dan mencegah banjir yang semua itu diakibatkan oleh tangan manusia. |
 | jangan lupa 1 copy ke SHU ya..... |
 | Jadi ingat syair lagu Sapuku Sapumu karya Iwan Fals: Tukang sapu, kuli PU besar jasamu..... Oh kawan Ganyang sampah dan debu....tuk sesuap makan. Hari panas hari hujan memang tantangan. Siapa bilang bukan?
Tukang sapu, pegang sapu juga disapu. Kok bisa begitu?
|
 | MOGA2 makin banyak pemimpin yang seperti itu...... SELAMAT, SELAMAT...... |
 | Kalau sudah terbit, sepertinya layak dikirimkan ke walikota Bandung. Gasibu Bandung pada hari minggu menjadi lautan sampah. Dan itu seakan menjadi pendidikan sosial bahwa tong sampah itu sebesar pulau Jawa.
Silakan saja. Monggo. Toh nanti ada petugas yang menyapu. Dan jangan lupa salahkan orang lain saat banjir datang. Karena selalu orang lain yang buang sampah sembarangan. Kita sih nggak. Nggak sama sekali. Ya toh? |
 | boss....baru baca....coba walikota bandung....ngikut jogja....nga ada tuh bencana sampah......permasalahan sampah di bandung masih berkutat di wacana dan masih menambal yg ada, belum ada wujud nyata.....mungkin masih digodok...tapi kok lama ya.....dari warga bandung, beberapa sudah mulai mengolah sampahnya sendiri.... |
| |
|