Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

kalipaksi (at) multiply

ReviewReviewReviewOct 10, '07 1:44 AM
for everyone
Category:Other
Sebuah buku tentang sejarah Nabi (sirah Nabawiyah) menulis bahwa Fathu Makkah (penaklukan Makkah) terjadi di bulan Ramadan. Tapi tidak dijelaskan tanggalnya. Bisa awal, pertengahan, bisa juga akhir Ramadan.

Tapi yang jelas, buku yang ditulis oleh Alm. K.H. Munawar Khalil tersebut menulis bahwa ketika tentara muslim hendak memasuki Makkah dari shelter terakhir, baik pasukan infanteri maupun kafalerinya mengumandangkan takbir, seperti yang sekarang dibaca menjelang Ied al-Fithri.

"Allahu Akbar kabira. Walhamdulillahi katsira. Wasubhanallahi bukratan wa ashila. La ila ha illallahu wahdah. .................. Shadaqahu wa'dah. Wa nasharahu abdah. Wa a'azza jundahu wa hazzamal ahda ba wahdah. La ilaha illallahu wallahu Akbar. Allahu Akbar wa lillahil hamd."

Takbir itu dibaca secara serempak.

Saya lalu teringat dengan tradisi militer, yang dalam barisan mengumandangkan mars-mars pemompa semangat, baik dalam latihan maupun ketika berbaris berjalan menuju suatu titik medan pertempuran.

Alhasil, muncul pertanyaan: adakah kaitan Ied al-Fithri dengan Fathu Makkah. Apakah takbir itu memang sebuah mars bagi tentara Nabi ketika itu?

Secara bahasa, ied al-fithri berarti kembali kepada fitrah. Okelah, dalam konteks internalisasi nilai-nilai spiritual, ied al-fithri merupakan wujud kemenangan hati manusia dalam mengendalikan hawa nafsunya selama Ramadan.

Namun secara politik, Fathu Makkah juga merupakan kemenangan. Kemenangan yang membawa Makkah kepada fitrahnya sebagai simbol ajaran tauhid.

Memang, jika dikaitkan dengan mars/takbir tadi agak terlalu dini untuk mengatakan bahwa Ied al-Fithri jangan-jangan juga merupakan peringatan dari Fathu Makkah itu.



Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
0 out of 5 stars