by:'s posts with tag: special moments
Posted by by: on Apr 8, '08 5:53 AM for everyone  Sebuah berita di detiki-Net membuka pertanyaan baru. Jika memang benar bahwa pemakaian ponsel di pesawat segera berlaku di Eropa, kapan dunia penerbangan di Indonesia akan segera mengikuti jejak itu? Yups, selama ini para penumpang pesawat dilarang melakukan komunikasi selama penerbangan. Jika pun ada yang mengoperasikan smartphone itu pun dalam mode offline. Jadi bukan dalam rangka berkomunikasi, melainkan lebih sebagai PDA. Belum lama ini, maskapai penerbangan Emirates telah mengizinkan penggunaan handphone untuk keperluan komunikasi selama penerbangan berlangsung. Bahkan, Komisi Eropa juga telah menyetujui pemakaian ponsel di pesawat yang lalu lalang di benua biru itu. Tahun ini juga jika tak ada kendala berarti, penumpang pesawat di Eropa sudah bisa memakai ponsel di pesawat untuk beragam keperluan seperti melakukan panggilan, SMS ataupun e-mail. Syarat dan KetentuanTentu saja pemakaian ponsel di pesawat ini diawasi ketat. Lembaga European Safety Agency baru akan menyetujui pemakaian ponsel oleh maskapai penerbangan yang memenuhi syarat, misalnya adanya kepastian sinyal ponsel tak akan mengganggu komponen elektronik pesawat. Selain itu, ponsel baru boleh dipakai di ketinggian 3000 meter dan harus dimatikan saat pesawat akan mendarat atau lepas landas. Pilot juga memiliki wewenang untuk mematikan layanan jika diperlukan. Berbagai maskapai penerbangan sudah menyatakan kesiapannya memfasilitasi pemakaian ponsel di pesawat ini. Namun demikian, ada juga maskapai besar yang belum akan menerapkan layanan itu, misalnya Lufthansa dari Jerman. Sebagian penumpang memang menyatakan kekhawatirannya akan keselamatan penerbangan jika pemakaian ponsel diperbolehkan. Wajar saja, sudah sejak lama penumpang pesawat direcoki pernyataan bahwa pemakaian ponsel di pesawat membahayakan. Nggak sabar menunggu saat ber-sms dan ber-telpon ria selama penerbangan dibolehkan. Yups, dengan catatan: safety first, tentunya.
Posted by by: on Feb 28, '08 8:32 PM for everyone Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Gito Rollies wafat. Mata batin saya langsung meneroka, "Ah....engkau memang orang yang beruntung Mas Gito. Kau akhiri hidupmu dalam gelimang iman dan keyakinan. Setidaknya, itu yang saya tahu." Saya pun kemudian mencoba mawas diri. Akankah hidup saya kelak bisa berakhir dalam keadaan husnu al-khatimah. Juga, hidup anda teman-temanku. Siapa yang tidak kenal mendiang Gito. Ia dulu penyanyi rock yang sempat menjadi ikon kebengalan anak muda. "Mick Jagger itu dulu sunnah saya. Mabok, main cewek, dan dunia kelam itulah saya," kata Gito suatu ketika dalam sebuah ceramah. "Tapi, kini sunnah saya Rasulullah," lanjutnya. Sungguh, saya selalu berjuang untuk menahan untuk tidak meneteskan air mata ketika mendengar lagu religi yang dinyanyikan Mas Gito. Judulnya, " Hanya Pada-Mu Aku Bergantung". Bait-bait dari lirik lagu itu, yang masih saya ingat di antaranya: "Ku mohon ampunan-Mu." "Ya...Allah ya Tuhanku" "Aku insan biasa" "Yang, tak luput dari dosa-dosa" Padahal, saya termasuk tipe manusia yang sulit menangis. Lagu ini pernah menjadi soundtrack sinetron religi ( jika tidak salah di RCTI). Setiap mendengar lagu itu (yang dinyanyikan oleh Mas Gito), saya selalu merinding. Entah, mungkin itu karena aura suara Mas Gito yang dipenuhi aura taubat (setidaknya ketika melantunkan lagu tersebut). Apalagi, dalam proses rekaman, lagu itu direkam ketika ia sedang sakit; dari atas tempat tidurnya sekitar dua tahun silam. Saya lalu teringat pesan seorang sahabat spiritual. Ia bilang, hati manusia itu seperti cermin. Hanya cermin yang bersih sajalah yang bisa memantulkan sinar dengan sempurna. Cermin yang kusam, dipenuhi debu, tentu saja tidak. Begitu pula hati." Dari satu sisi itu saja, saya yakin bahwa Mas Gito seorang dengan hati bersih. Buktinya, ia bisa memantulkan aura taubatnya kepada orang lain. Setidaknya kepada saya. Mas Gito, sungguh saya iri padamu. Engkau kembali kepada-Nya dalam ketenangan hati dan batin. Semoga, perjalanan hidupmu bisa menjadi pesan moral bagi kami yang masih hidup. Selamat jalan, Mas Gito. Terima kasih untuk pesan yang tak ternilai harganya.
Posted by by: on Feb 24, '08 5:18 AM for everyone |  | ................................... ................................... ...................................
Bekerja sebagai pekerja konstruksi jelas memerlukan skill dan fisik yang prima. Apalagi, jika itu sudah dilakukan di permukaan air.
Foto ini diambil di Sungai Barito pada Februari 2008. Bercerita tentang seorang pekerja konstruksi yang sedang mengerjakan landasan ponton untuk instalasi pemeliharaan jembatan.
Foto: sofwan{kalipaksi} @ Februari 2008
|
Posted by by: on Jan 2, '08 9:20 AM for everyone |  | Berjualan gorengan hingga ke dalam bangunan sebuah gedung, jelas tidak lazim. Namun, bagi para penjaja tahu gejrot di Gelora Bung Karno, asal petak umpet yang mereka mainkan berhasil, bisalah berdagang hingga ke tribun paling atas stadion sepakbola di kawasan Senayan itu.
"Kalau pas lagi apes ya ketangkep, Mas," kata Darno, salah satu dari mereka. Namun, yang jelas, setiap dapat kesempatan berdagang hingga ke dalam stadion, keuntungan dalam semalam bisa berlipat ganda....
Ah.... dasar dunia.
pics: sofwan {kalipaksi} |
Posted by by: on Dec 14, '07 6:54 AM for everyone |  | Jakarta, Desember 2007
Sebuah album foto yang biasa-biasa saja. Tapi saying jika dibuang begitu saja. Ini cerita tentang seorang pegawai sebuah Dinas PU di daerah. Datang ke Jakarta, satu ruangan dengan Menteri. Mestinya, ada oleh-oleh yang bisa buat bahan cerita di daerah. Apalagi, Bupatinya mendapat penghargaan…. Caranya? Yo wess, memotret sang Menteri saja.
pics by: sofwan{kalipaksi} |
Posted by by: on Dec 6, '07 8:21 PM for everyone |  | Beberapa fragmen foto ini saya abadikan di Jakarta, awal Desember 2007. Perempuan-perempuan dalam foto-foto ini adalah penyandang tuna rungu wicara. Karena itu, saya torehkan judul baginya: "the silence voice's" .......... suara-suara tanpa suara.
".............................," kata A ".............................," jawab B. ".............................," timpal A. :..............................," seru B. ............................................................ dan seterusnya.
pics by: sofwan{kalipaksi} |
Posted by by: on Dec 1, '07 3:46 AM for everyone |  | Ketika anak-anak di kota besar sudah asyik dengan mobil-mobilan ber-remote control, tamiya, hingga hotwheel's, anak-anak petani di Kebumen ini masih setia dengan permainan tradisional dari kayu.
Saya menamakannya: woody hotwheels (hot wheel dari kayu).
|
Posted by by: on Nov 25, '07 10:20 PM for everyone |  | Perempuan malam di pinggir makam Berjalan lamban nakal menggoda
Disambut tawa renyah memecah langit Semua noda coba dibersihkan Namun masih saja terlihat kotor Yang datang tak mampu ia tepiskan
Hangatkan tubuh di cerah pagi Pada matahari Keringkan hati yang penuh tangis Walau hanya sesaat
Segelas kopi sebatang rokok Segurat catatan yang tersimpan Perempuan malam menunggu malam Untuk panjangnya malam
Perempuan malam diikat tali Di hidup di mimpi di hatinya Aku hanya lihat dari jembatan Tanpa mampu untuk melepaskan
Perempuan malam nyalakan api Perempuan malam di tepi malam
pics : sofwan{kalipaksi} teks : modifikasi lagu Bang Iwan: Perempuan Malam lokasi : Pantura, Jawa Tengah |
Posted by by: on Nov 25, '07 7:28 AM for everyone |  | Siapa suruh datang Jakarta, begitu kata syair sebuah lagu.... Siapa malu bergulat dengan lenguh nafas metropolitannya, ia kan tergilas.
Aku tak mau tergilas... Menjadi apapun aku mau.... Jadi penari jalanan pun aku mau.... Asal tidak menjadi pelacur.........
pics: sofwan{kalipaksi} lokasi: Kebayoran (November 2007) |
Posted by by: on Nov 22, '07 9:39 AM for everyone |  | ........................................................... ........................................................... ...........................................................
(Dari dia: Korban Kerusuhan Sampit......)
pics: sofwan{kalipaksi} |
Posted by by: on Oct 28, '07 7:36 AM for everyone  Bulan purnama selalu menjanjikan suasana dramatik, terutama bagi pecinta fotografi. Sebuah foto tentang Monas dan Bulan Purnama pun terpilih menjadi salah satu foto terfavorit di situs REUTERS.
Foto yang diabadikan pada 28 Agustus 2007 tersebut merupakan karya Martin Jenkins yang diposting melalui jalur "You Witness News", yang merupakan saluran terbuka bagi siapapun di seluruh dunia untuk meng-upload foto mereka di REUTERS.
Foto by: Martin Jenkins 
Posted by by: on Sep 4, '07 8:29 PM for everyone |  | Di tayangan 4 Mata, Tukul sedang asyik dengan istilah "Don't Judge The Book From The Cover": jangan lihat buku dari covernya. Sungguh, saya termasuk orang yang punya visi sama dengan kata-kata bijak itu.
Akhir pekan ini (awal September 07) di Bandung, sebuah peristiwa di Masjid Agung Bandung memanggil-manggil lensa kamera Nikon D-70 seraya berteriak: "Bro, itu lihat "don't judge the book from the cover".
Hmmm.....betul juga. Seorang pemuda berkaos hitam sedang shalat. Uniknya, di kaos hitam (ini identik dengan kegelapan) tertulis: "Born To Rock, Drink and Fuck": Lahir untuk nge-rock, mabok dan nge-fuck (anda tahu lah ya makna nge-fuck itu).
Foto ini ingin bercerita bahwa terkadang nilai-nilai spiritual manusia jangan selalu diidentikkan dengan penampilan fisik seseorang. Memang, akan lebih 'pantas' jika secara spiritualitas (baca: religiusitas) itu bisa ditampilkan secara lahiriah maupun ruhiyah. Namun, bagi kita yang merasa sudah tampil religius secara lahiriyah dan ruhiyah, tak selayaknya lalu dengan mudah menghakimi manusia lain belum atau tidak religius secara lahiriah, merupakan "pengikut iblis" (maaf agak terlalu sinis) yang hanya kan tiba di dua persimpangan terakhir: taubat atau mati dalam keadaan zalim.
Ingat kisah: pelacur yang ternyata mendapat hadiah utk menjadi penghuni 'surga' hanya karena memberi air minum seekor kirik yang hampir mati kelaparan?
Bandung, awal September 2007 |
Posted by by: on Jul 18, '07 11:37 PM for everyone |  | Peter dan Niko, dua sahabat karib yang telah berkawan sejak kecil. Mereka saya jumpai di Nekabua, sebuah desa di Kabupaten Kupang, NTT. Aha, sewaktu saya sedang asyik memotret sapi-sapi yang mereka pelihara di ladang, ternyata mereka sedang asyik bercengkrama. Dan, klik, ketika telunjuk Kakek Niko mengarah ke Kakek Peter, momen itu terabadikan. Memang, tidak terlalu istimewa. Tapi, ini merupakan salah satu koleksi terfavorit di mata saya.
Teks & pics: sofwan {kalipaksi} |
Posted by by: on Jun 19, '07 12:58 AM for everyone |  | Sekali-kali kita main tebak-tebakan ya...biar photo story di blog ini nggak mbosenin. Kira-kira anak penjaja makanan ini dagang di pantai mana:
a. Ancol b. Pangandaran c. Sanur d. Parang Tritis
Tapi, yang jawabannya betul, tidak dapat hadiah, ye......... Oh, ya sedikit cerita tentang anak ini: yang jelas dia anak orang miskin; harus bantu jualan ibunya supaya bisa masuk SD.
|
Posted by by: on Jun 15, '07 12:54 AM for everyone |  | Indonesia itu negara kepulauan dengan garis pantai terpanjang nomor dua di dunia (jika salah mohon dikoreksi, pen). Sudah barang tentu, kehidupan masyarakatnya pun tidak akan lepas dari romantika pantai.
Sewaktu jalan-jalan ke beberapa tempat di negeri ini, satu fenomena menarik tentang hubungan antara pantai dan anak Indonesia. Pokoknya seru ....
pics & teks: sofwan {kalipaksi} |
Posted by by: on Jun 1, '07 5:27 AM for everyone |  | When I was doing my journal report at Kurulu-Wamena. Ketika itu, sempat dua hari bergumul dengan udara dingin Wamena. Dan, yang paling mengesankan, kehujanan di tengah jalan. Wuih, antri beli premium pula. |
| |