by:'s posts with tag: traveling
Posted by by: on Jul 27, '08 8:22 AM for everyone |  | Sebuah rangkaian kereta api (KA) anjlok di sekitar Cikampek Jabar. KA Argojati jurusan Jakarta tersebut anjlok sekitar pukul 15.27 WIB. Ketika itu, sore hari 16 Juli 2008.
Sedihnya, saya termasuk penumpang Argo Jati tersebut. Ya, ketika itu, baru saja pulang dari liputan dan pemotretan situs-situs air minum dan sanitasi peninggalan Belanda di Cirebon.
Untung, selamat dan tiada tergores sedikit pun. Meski begitu, siapa sih yang tidak tegang? Apalagi ketika kerikil-kerikil menembaki jendela kaca seperti berondongan senjata otomotis M-16. Juga, ketika gerbong terombang-ambing ke kanan kiri sebelum akhirnya tergelincir dari rel.
Ternyata, empat rangkaian gerbong di belakang terpisah dari lokomotif dan tiga gerbong penumpang lainnya. Dan, roda gerbong keempat lepas. Itu, yang membuat KA tergelincir.
Akhirnya, para penumpang diangkut berdesakan di tiga gerbong yang tidak celaka. Tapi, lagi-lagi penumpang kecewa. Marah. Jelas marah. Lha wong, penumpang sedang celaka kok petugas kereta masih sempat menagih makanan yang dipesan.
"Ndak punya otak kalian," begitu saya berteriak.
Yang lebih menggelikan, ketika AC tidak menyala (karena gerbong generator termasuk yang anjlok), petugas berkata bahwa tiket kita akan dikembalikan sebagian. Hitungannya, karena AC mati jadi penumpang cukup membayar tiket kelas bisnis (bukan eksekutif!!!).
Halah.........
|
Posted by by: on Mar 3, '08 3:55 AM for everyone  Pemberian tip dapat jadi masalah: apa yang baik di suatu negara, bisa menjadi kesalahan atau dianggap berlebih di negara lain.
Di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, seorang porter proaktif menyodorkan troli lalu menaikkan tas atau koper Anda ke troli padahal Anda tidak minta bantuan dia. Ketika Anda memberi sejumlah uang sebagai tip, si porter ngotot meminta lebih. Daripada ribut, Anda terpaksa membayar sesuai permintaannya dan merasa telah diperas. Saat hendak membayar ongkos taksi, Anda mungkin juga kesal karena sang sopir mengaku tidak punya kembalian. Sopir itu mungkin memang tidak punya kembalian namun bisa jadi itu hanya trik untuk mendapatkan uang lebih (semacam tip).
Di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, pemberian tip sesungguhnya bukan budaya lokal. Di Jepang, jika Anda meninggalkan sejumlah uang logam di meja makan restoran sebagai tip, waiter akan mengejar Anda untuk mengembalikan uang Anda. Singapura bahkan punya aturan yang melarang pemberian tip. Sementara di New York, jika Anda meninggalkan uang kurang dari 15 persen dari total belanjaan saat keluar dari restoran, reservasi Anda di kemudian hari mungkin tidak akan diterima.
Sulit untuk menentukan berapa angka yang pantas ketika memberi tip apalagi di Asia dengan beragam budaya dan kebiasaanya. Jika Anda berkesempatan berkunjung ke kota-kota di Asia-Pasifik, berikut ini sejumlah tips dalam memberi tip.
JAKARTA Tip bukan merupakan budaya lokal tetapi pengaruh internasional telah mengubah beberapa tempat jadi kebarat-baratan demi mengais sejumlah rupiah. Restoran: restoran-restoran mewah biasanya menambahkan 10 persen service charge pada tagihan. Di tempat makan kelas menengah, Rp5.000 saja sudah cukup, jika layanannya bagus tambahkan lagi secukupnya. Porter: bayarkan seribu rupiah untuk setiap koper. Taksi: banyak sopir taksi membulatkan ke atas sampai Rp 5.000 dari jumlah yang tertera di meteran. Ada sopir yang mengaku tidak punya uang kembalian, dan itu nilai bisa mengeruk kantong Anda lebih banyak. Jangan pernah mau bayar uang tambahan lebih dari Rp 5.000.
KUALA LUMPUR Seperti Indonesia, pemberian tip di Malaysia lebih banyak karena pengaruh Barat. Sering ada tambahan 10 persen service charge pada tagihan makan atau kamar hotel. Restoran: jika Anda di restoran hotel, Anda diharapkan menambahkan 10 persen service charge atau jumlah lain yang pantas menurut Anda. Tetap di pedagang kaki lima Anda bahkan bisa menawar untuk semangkuk laksa yang akan dibeli, jadi tidak perlu lagi tip. Porter: di Hotel bintang lima, satu atau dua ringgit sudah cukup. Di tempat penginapan kelas bawah tidak usah peduli untuk memberi tip. Taksi: banyak taksi punya meteran, jadi Anda tinggal bulatkan saja ke atas. Untuk taksi yang tidak pakai meteran, silakan tawar-menawar terlebih dahulu.
BANGKOK Sejumlah tempat di Bangkok mengharapkan tip namun ada juga yang tidak. Umumnya, semakin kebarat-baratan tempat itu, Anda semakin diharapkan untuk meniggalakan tip. Restoran: beberapa tempat makan kelas atas akan menambahkan 10 persen service charge pada tagihan. Jika tidak ada service charge pada tagiahan, para waiter akan sangat menghargai jika Anda memberi tambahan 10 persen. Jika Anda makan di restoran kelas bawah, tip tidak diperlukan. Porter: jika menginap di salah satu hotel bintang lima di Bangkok, Anda diharapkan memberi tip kepada porter 20 sampai 50 bath Thailand, tergantung pada berapa banyak koper yang Anda punya. Taksi: taksi Bangkok umumnya punya meteran jadi tidak ada tawar-menawar soal tarif. Kebiasan setempat adalah membulatkan (menambahkan) tarif sampai sebesar lima bath.
HONG KONG Tips merupakan sebuah keharusan di kota yang gila uang ini kecuali di tempat kumuh. Bahkan kamar mandi di hotel-hotel mewah punya tempat khusus untuk uang receh (tip). Restoran: kebanyakan tempat secara otomatis menambahkan 10 persen service charge pada tagihan bahkan bisa mencapai 100 dollar Hongkong jika Anda berada restoran yang sangat mewah. Porter: 10 dollar Hongkong layak untuk semua porter tetapi khusus hotel mewah 20 dollar Hongkok mungkin lebih layak. Taksi: bulatkan ke atas meskipun banyak sopir melakukan itu sendiri saat mengembalikan uang sewa.
MANILA Pemberian tip merupakan sesuatu yang lumrah di Manila dan jika Anda memberi tip lebih dari 10 persen, Anda akan mendapat sanjungan. Restoran: bahkan jika service charge sudah termasuk dalam hitungan harga, biasanya masih harus tambahkan lagi sekitar 5 - 10 persen. Porter: layanan di hotel-hotel mewah tergolong baik dan harus dihargai dengan 20 peso per tas. Taksi: kebanyakan taksi punya meteran, dan pembulatan hingga lima peso merupakan tindakan yang lumrah.
SEOUL Pemberian tip bukan merupakan bagian dari budaya Korea meskipun itu telah diterapkan di hotel-hotel internasional di mana sering ditambahkan 10 persen untuk service charge. Restoran: jika Anda berada di sebuah tempat barbekeu Korea, tidak perlu menambahkan uang ekstra. Tetapi di restroan Italia Anda mungkin diminta tambahan 10 persen. Porter: jika Anda menginap di hotel-hotel kelas atas, aturan standar internasional yang dipakai, jadi tambahkan 500 - 1000 won untuk setiap tas.
SINGAPURA Berdasarkan undang-undang di Kota Singa, tip merupakan sesuatu yang dilarang. Aturan itu terutama diterapkan di Bandara Changi dan tempat-tempat turis. Restoran: orang Singapura cenderung tidak meninggalkan tip, terutama di tempat-tempat makan outdoor yang ramai. Restoran yang lebih bagus kadang-kadang menambahkan 10 persen service charge. Porter: staf hotel merupakan pengecualian dari kebijakan no-tiping. Sebagai panduan umum, 1 dollar Singapura sudah cukup layak untuk jasa layanan antar koper. Taksi: para sopir tidak mengharapkan tip tetapi mereka tidak menolak jika Anda membulat tarif ke atas.
TAIPEI Seperti masyarakat Jepang dan China, Taiwan bukan masyakat yang biasa dengan tip meskipun banyak mata uang berbentuk koin. Restoran: tip tidak diharapkan. Bagaiamanapun, kebiasaan itu berubah sejak tempa-tempat makan Amerika memperkenalkan cara-cara Barat. Porter: Anda bisa menawarkan 50 dollar Taiwan namun petugas hotel tidak akan mengeluh jika Anda tidak memberi tip. Taksi: tip tidak diharapkan, meski pembulatan sampai 5 dollar Taiwan dapat memudahkan proses pembayaran tarif taksi.
sumber: Mbah Kompas 
Posted by by: on Mar 3, '08 3:29 AM for everyone  Catatan tentang Gunung Gamalama ini sebenarnya arsip lama. Sekitar tahun 2005, saya meliput kehidupan pengungsi di Ternate. Ternyata, kota kecil ini sebenarnya mengelilingi sebuah gunung berapi aktif. Sebenarnya waktu itu hasrat untuk mendaki tidak bisa dibendung. Apa daya, karena keterbatasan waktu dan minimnya persiapan, hasrat mendaki Gunung Gamalama tertunda. Entah, kapan bisa ke sana lagi?
Namun, setidaknya, berikut ini saya selipkan beberapa informasi bagi siapapun yang ingin mendaki gunung ini, jika kebetulan datang ke Ternate.
Gunung Gamalama merupakan satu dari lima gunung api yang ada di Maluku Utara. Ada keindahan tersembunyi di balik gunung api ini.
Konon, bagi yang sudah mendakinya, kita akan disuguhi pemandangan yang indah, di antaranya hamparan perkebunan cengkeh dan pala di sepanjang lerengnya. Juga, pulau-pulau yang ada di sekitar Pulau Ternate, seperti Pulau Maitara, Pulau Tidore, Pulau Halmahera dan laut biru yang mengelilinginya. Beberapa tempat-tempat unik yang dapat disaksikan di gunung tersebut, di antaranya mata air di lekukan batu seluas loyang besar. Masyarakat setempat menyebut mata air dengan nama mata air abdas. Mata air abdas di gunung setinggi 1.700 meter tersebut sangat dikeramatkan oleh masyarakat Ternate. Airnya yang dingin diyakini masyarakat setempat dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Cara mengambil air di mata air abdas tersebut juga ada aturannya. Tidak boleh berebutan dan harus satu per satu saat mengambil airnya, selain itu setiap orang cukup mengambil satu botol. "Rasa air dari mata air abdas itu, nikmat sekali. Tidak sama rasanya dengan air minum biasa, termasuk air mineral sekali pun. Makanya masyarakat di sini menyamakannya dengan air zam-zam di Mekah," kata teman asal Ternate, yang pernah mendaki gunung itu. Tempat lainnya yang juga bisa dilihat di gunung api yang masih aktif tersebut adalah kuburan yang sudah berusia ratusan tahun. Kuburan leluhur masyarakat Ternate tersebut sangat dikeramatkan. Tidak diketahui kenapa kuburan tersebut ada di puncak Gunung Gamalama, apalagi gunung ini adalah gunung api yang masih aktif dan untuk mendaki dari bawah ke puncak, membutuhkan waktu sedikitnya enam jam. Banyak masyarakat Ternate yang mendaki Gunung Gamalama dengan tujuan berziarah di kuburan tersebut. Di kuburan itu mereka berdoa dan memanjatkan berbagai keinginan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
***
Ada keyakinan mistis masyarakat setempat bahwa ketika mendaki Gunung Gamalama dalam satu tim jumlahnya harus genap. Sebelum mendaki di gunung tersebut sebaiknya terlebih dahulu melakukan ritual "doa kie" atau doa gunung agar tidak mengalami halangan dalam perjalanan. "Jika saat mendaki di Gunung Gamalama terjebak kabut tebal, kita cukup mengumandangkan azan dan kabut itu akan hilang. Saya sudah beberapa kali membuktikan hal itu," kata Jafar, warga lainnya di Ternate.
Untuk sampai ke Ternate, kita bisa menggunakan jalur laut atau jalur udara. Melalui jalur laut, kita dapat menggunakan kapal penumpang PT Pelni, yang setiap mingggu singgah di Ternate. Sedangkan melalui jalur udara dapat menggunakan sejumlah maskapai penerbangan yang memiliki rute penerbangan ke Ternate, seperti Merpati dan Lion Air/ Ada tujuh penerbangan ke Ternate setiap hari. Biaya transportasi ke Ternate juga tidak terlalu mahal. Jika menggunakan kapal penumpang PT Pelni, untuk Jakarta - Ternate kelas wisata Rp 800.000, sedangkan tiket pesawat untuk rute yang sama sekitar Rp 1,5 juta. Untuk akomodasi, di Ternate banyak tersedia penginapan mulai dari wisma dengan tarif Rp 100.000 per malam sampai hotel bintang IV dengan tarif Rp 300.000 ke atas per malam. Restoran di kota ini juga banyak.'
Semoga bermanfaat.
Pics by: sofwan-kalipaksi 
Posted by by: on Feb 24, '08 3:21 AM for everyone |  | Iringan jukung atau perahu kecil yang terbuat dari kayu utuh berisi aneka buah dan asyuran segar berkonvoi menuju lokasi pasar terapung. Seorang perempuan mengenakan caping leher dari daun rumbia, berasa di atas jukung. Ia adalah penjual buah atau sayuran yang harus mendayung sendiri jukungnya.
Hiruk pikuk pasar terapung di Banjarmasin memang merupakan daya tarik tersendiri. Keberadaan pasar terapung ini, kokon, tak lepas dari sejarah berdirinya Kota Banjarmasin. Pada tahun 1526, Sultan Suriansyah mendirikn kerajaan di tepian sungai Kuin dan Barito yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya kota Banjarmasin. Di tepian sungai ini pula pusat perdagangan di Banjarmasin dimulai.
Selain pasar terapung di Kuin Banjarmasin, pasar terapung lain dapat dijumpai di Lok Baintan, yang berada di atas sungai Martapura di Kabupaten banjar Kalimantan Selatan. Pasar terapung Lok Baintan memang belum sepopuler pasar terapung Kuin di Banjarmasin. Mungkin karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga wisatawan lebih suka dinggah di pasar terapung Kuin.
Ah, akhirnya obsesi untuk memotret pasar terapung ini terpuaskan sudah.
foto: sofwan{kalipaksi} @ Februari 2008 |
Posted by by: on Dec 12, '07 8:25 PM for everyone |  | Duh...lagi-lagi cerita tentang lokalisasi. Tapi, ndak apa-apa. Toh, ini bukan promosi melainkan warta biasa-biasa saja. Anak dalam gambar itu bernama Tata. Ia putri seorang pegawai honorer Dinas Sosial yang tinggal di mulut pintu gerbang lokalisasi Turki, di Jayapura. Nah, deretan bangunan di belakang Tata itulah Turki. Bahkan salah satunya bernama Istanbul?
Turki? .... Istanbul? Yups, begitulah orang-orang Jayapura menyebutnya. Lokalisasi prostitusi yang berada di Tanjung Elmo, Danau Sentani itu memang terdapat di sebelah kiri jalur Jayapura - Sentani. Untuk masuk ke lokasi setelah belok ke simpang kiri itu kita harus melewati jalanan menurun. Maka jadilah TURUNAN KIRI atau disingkat menjadi TURKI.
Istanbul? Hahahahaha.....kalau ini hanya joke gothak-gathuk-gathik-gathok. Istanbul itu singkatan dari Istana Bulu.
Bulu? Ya gitu deh......
pics: sofwan{kalipaksi} lokasi: Tanjung Elmo, 2005 |
Posted by by: on Nov 28, '07 10:57 PM for everyone |  | Old Stock Photo.... Old Woman Photo.... Old and Classic Humanity....
"aku nggak perlu uang ribuan... yang aku mau ada lahan tuk makan... asal ada ubi...untuk ku makan asal ada babi...untuk ku panggang aku cukup senang..... dan akupun tenang...."
pics by: sofwan.kalipaksi teks : Slank Lokasi : Wamena, 2005
|
Posted by by: on Nov 22, '07 10:20 AM for everyone |  | Sanur, Bali.
How r U Sir? Where U come from? ....................................... ....................................... .......................................
Fine today. We came from Swedia. Nice to meet U child's
pics: sofwan{kalipaksi}
|
Posted by by: on Nov 12, '07 11:17 PM for everyone  The great moment will never coming twice... The great picture born as a result of the great moment
Siapapun pasti setuju jika setiap perjalanan (wisata) pasti penuh dengan kenangan, baik itu kenangan yang menyenangkan, romantis, atau bahkan menegangkan. Yang jelas, setiap kenangan yang hadir terlalu berharga untuk dilupakan. So, just photograph your great moment’s of your trip.
Kini, dengan berbagai kemajuan teknologi visual di bidang fotografi, setiap kenangan bisa kita abadikan dengan cara yang lebih mudah dan murah. Dengan kocek yang tidak terlalu membumbung tinggi, saat ini, kita dapat membeli kamera dengan harga yang terjangkau dengan kualitas yahut. Atau, kalau tidak mau repot, beli saja handphone berkamera. Namun, tetap saja meskipun secanggih apapun kamera yang kita bawa, kalimat “the man behind the camera” tetap berlaku.
The Moment Dalam setiap perjalanan pastilah ada moment-moment tertentu yang “wajib” untuk kita abadikan. Sebagai contoh, ketika teman anda berpelukan dengan macan saat anda dan teman anda berwisata ke Taman Safari; atau ketika teman anda sedang rebutan pisang dengan monyet di ragunan. Moment-moment seperti di atas terlalu berharga untuk dilewatkan. Karena itulah kamera harus selalu stand by di tangan karena biasanya momen seru terjadi secara spontan.
The Unique Things Dalam berwisata, kita pasti akan menemukan hal-hal yang kita anggap unik, sesuatu yang tidak kita temukan dalam ruang lingkup hidup kita sehari-hari. Contohnya, pohon-pohon berumur ratusan tahun dengan ukuran raksasa di Kebun Raya Bogor; atau peninggalan-peninggalan masa kolonial.
The Nature Alam memang penuh dengan keajaiban yang selalu membuat kita berdecak kagum. Pesona alam yang kita saksikan sudah pasti harus kita abadikan. Tidak semua orang dapat mengabadikan pesona alam dengan baik. Namun, dalam pengambilan foto selalu saja ada unsur keberuntungan, jadi jika Anda beruntung, Anda dapat memperoleh hasil yang bagus meskipun Anda masih amatir.
Your Friend Teman seperjalanan anda! Tentu saja mereka wajib diabadikan! Betapapun, mereka adalah pihak yang punya andil besar membuat seru perjalanan dan liburan Anda. Siapapun, teman yang lucu, trouble maker, yang Anda benci, atau yang Anda sukai perlu kita abadikan.
Just for Creativity Setiap orang memiliki sisi kreatif. Dengan teknologi digital, kita dapat memanjakan sisi kreatif kita. Jangan takut untuk mencoba! Misalnya, jika kita melihat suatu objek yang menurut kita menarik untuk kita abadikan dengan “angle” tertentu, cobalah! Atau anda ingin bermain-main dengan “effect”, maka coba saja! Toh kita tidak rugi apa-apa, anda hanya perlu memencet tombol shutter di kamera digital Anda.

Posted by by: on Oct 16, '07 6:01 AM for everyone |  | Bangunan karya arsitek kenamaan Belanda, Herman Thomas Karsten, tahun 1936 ini tidak sekadar didirikan.
Arsitektur Pasar Johar, dengan konstruksi pemecahan bentang lebar dan struktur beton bertulang berbentuk cendawan dinilai berhasil menciptakan bangunan yang bersahabat dengan iklim tropis. Cahaya matahari yang bersinar setiap bulan dan tahun, serta kelembaban tinggi, dapat diatasi dengan desain bangunan yang tinggi serta banyak ventilasi.
Pasar Johar terletak di Jalan H Agus Salim, wilayah Kota Lama Semarang. Bangunan seluas 15.003,50 meter persegi ini, selain memiliki konstruksi atap cendawan dengan langit-langit tinggi, juga mempunyai pilar persegi delapan yang hingga kini masih kokoh menyangga bangunan.
Sinar matahari dimanfaatkan tanpa menimbulkan panas karena udara mengalir dengan baik. Desain seperti ini tercipta oleh arsitek yang humanis atau memerhatikan manusia, lingkungan, dan peruntukannya.
Fondasi dan pelapis lantai menggunakan batu andesit yang terkenal kokoh menahan beban. Pemikiran lebih jauh Karsten saat itu adalah batu andesit mudah dibersihkan sehingga cocok dengan kondisi pasar tradisional yang mudah kotor.
Ini menjadikan Pasar Johar sampai pada 30 tahun pertama beroperasinya merupakan bangunan pasar yang tidak hanya indah dilihat, tetapi juga berkinerja baik. Saking terkenalnya, Pasar Johar menjadi pusat perdagangan di Nusantara, bahkan Asia.
Di sinilah ribuan pedagang dan warga saling berinteraksi. Tetapi, di sini pula puluhan arsitek belajar tentang bangunan tropis yang baik, dan selanjutnya mengembangkannya menjadi sejumlah bangunan di negeri ini.
Sayangnya, Pasar Johar kini terus disesaki dan dibebani beban di luar kemampuannya. Bahan bangunan berkualitas wahid tanpa perawatan memadai pun hasilnya nihil. Kerusakan diperparah dengan langganan banjir dan rob atau limpasan air laut ke daratan yang hebat sepanjang Mei-Juli.
Kondisi Pasar Johar kini tampak kumuh dan kerap tergenang rob. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang seperti menutup mata terhadap persoalan ini. Bahkan, kondisi lingkungan yang seharusnya menjadi tanggung jawab Pemkot Semarang untuk menata dan mengatasinya, malah menjadi alasan bagi Wali Kota Sukawi Sutarip untuk berusaha membongkarnya. |
Posted by by: on Sep 27, '07 5:25 AM for everyone |  | Ini sisa-sisa hasil jepretan di Surabaya awal September 2007. Ya, sebuah momen kejuaraan BMX Freestyle, yang waktu itu digelar di lapangan Plaza Surabaya. |
Posted by by: on Sep 26, '07 9:10 PM for everyone |  | Siapa bilang tugas pegawai Tramtib atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu ringan.. Nggak juga, terkadang banyak makan hati. Apalagi, jabatan itu ibarat jabatan "nanggung". Militer bukan, dibilang sipil ya setengah militer. Alhasil, terkadang dipandang sebelah mata.
Tapi itu bukan ukuran. Bagi mereka, dengan gaji seadanya, ada lapangan aktualisasi diri. Ya, meskipun terkadang ukurannya bukan semata pengabdian, tapi pragmatisme hidup.
Nah, usai mengawal aksi demo di depan Balaikota Semarang, berikut ini beberapa shoot tentang tiga personel anggota Tramtib Kota Semarang. Kata teman saya yang sempat melihat foto ini, kok persis punakawan ya. "ada yang berpostur seperti bagong, petruk, dan gareng," katanya.
Hahahahaha.............lalu Romo Semar-nya mana?
pics: sofwan{kalipaksi} |
Posted by by: on Sep 24, '07 5:01 AM for everyone |  | Bagi penggiat fotografi di Kota Depok, saat ini jembatan FT-UI menjadi salah satu obyek menarik untuk dipotret. Ups, akhirnya saya latah juga. Meskipun, hasilnya tidak sebagus yang diharapkan...........
|
Posted by by: on Sep 21, '07 8:20 AM for everyone |  | Tugu Muda merupakan salah satu ikon Kota Semarang....... Berikut ini beberapa penampilan tugu muda Semarang. Nah, agar lebih semarang, pada foto ketiga saya lampirkan juga foto udaranya karya Bang Arbain Rambey........... |
Posted by by: on Sep 17, '07 9:07 PM for everyone |  | Lelaki ini punya nama belakang Banafanu. Artinya, ia datang dari suku Banafanu. Ia tinggal tak jauh dari Kefamenanu, ibukota dari Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Menurut sejarah, nenek moyang orang Timor berasal dari Tidore dan Ternate (kepulauan Maluku). Nah, jadi adatnya pun tak jauh berbeda. Coba lihat pose Kakek Banafanu yang mirip pose potret Pattimura, pahlawan dari Maluku.
pics: sofwan {kalipaksi} |
Posted by by: on Sep 14, '07 11:47 PM for everyone |  | Di Pasar Badung, Denpasar, ada sebuah profesi yang dilakoni oleh para wanita Bali. Profesi itu dikenal sebagai "penyuwun". Kerja mereka ya semacam kuli angkut, yang menawarkan diri membantu mengangkut barang belanjaan orang-orang yang belanja di pasar itu.
Sedihnya, penghasilan mereka sangat minim, berkisar antara Rp20 ribu sampai Rp30 ribu. Maklum, ratusan penyuwun mengais rizki di pasar itu. Alhasil, persaingan pun terjadi di sana. Untuk ukuran hidup di Denpasar, uang sebesar itu jelas sangat minim.
pics: sofwan{kalipaksi} |
Posted by by: on Sep 14, '07 11:34 PM for everyone |  | Ini sebuah gambar di salah satu pelabuhan penyeberangan di Batam. Potret tentang sekelompok kuli angkut barang. Mereka biasanya menawarkan mengangkut barang bawaan penumpang yang baru turun dari boat jurusan Batam-Tanjungpinang. Tapi terkadang, tak semua kuli mendapat order angkut dari penumpang. Jika sudah begitu, ya sudah tidur di atas lori pengangkut.
pics: sofwan(kalipaksi) |
Posted by by: on Sep 12, '07 12:45 AM for everyone |  | Dalam tradisi muslim di Pantura Jawa, dikenal istilah Dugderan. Itu lho, semacam pasar malam yang biasanya digelar menjelang bulan Ramadan. Nah, di Semarang, setelah beberapa tahun terakhir digelar di kawasan Pasar Johar, pada tahun ini dan untuk selanjutnya even dugderan digelar di kawasan kota lama, di sepanjang pedestrian city walk Polder Tawang.
Nah, beberapa foto ini, hanya merupakan sebuah sudut dari arena dugderan yang sangat meriah.
Pics and teks: kalipaksi |
Posted by by: on Sep 11, '07 8:35 AM for everyone |  | Di samping Rumah Susun Urip Sumoharjo (Surabaya), dibangun sederet kios berbentuk unik (dengan atap seperti rumah adat toraja). Rencananya, kios-kios itu akan segera diresmikan.
Nah, sebelum diresmikan, anak-anak Rusun pun memanfaatkannya sebagai arena bersepeda.
|
Posted by by: on Aug 19, '07 11:00 PM for everyone  Nelayan selalu diidentikkan dengan kemiskinan. Padahal jika dirunut dengan akal sehat, aset lautan Indonesia yang sedemikan potensial itu secara ekonomis amat menjanjikan kesejahteraan materil bagi para nelayan, tapi dengan catatan, selama mereka bekerja secara profesional dan sistem niaga kelautan berpihak kepada mereka.
Sayangnya, kedua syarat itu belum dimiliki secara total oleh nelayan-nelayan Indonesia. Padahal di Jepang, hidup sebagai nelayan merupakan berkah besar yang bisa menjamin kesejahteraan individu.
Djumat Launga, merupakan salah satu contoh nelayan dari Banda yang layak untuk dijadikan pembanding bahwa nelayan tak harus selalu menjadi miskin. Ahli jejak ikan tuna ini menjadi salah satu sosok penting dalam alur distribusi ekspor ikan tuna Indonesia-Korea Selatan di kawasan Banda Neira, kepulauan Maluku. Keahliannya mengidentifikasi titik-titik kerumunan ikan tuna di luasnya laut Banda menjadikan para importir tuna dari Korea Selatan amat bergantung kepada lelaki berusia 55 tahun ini.
Selama puluhan tahun, jalan hidup sebagai nelayan dijalaninya. Kehidupan susah sebagai nelayan pun pernah dilakoninya. Selama itu pula keahliannya menangkap tuna semakin terasah sehingga naluri kenelayanannya telah teruji untuk menentukan di mana komunitas tuna sedang berada.
Tak heran jika kemudian pamor nelayan spesialis tuna ini terangkat karena selalu sukses membawa pulang tuna-tuna berkualitas ke daratan untuk kemudian dijual di tempat-tempat pelelangan ikan. Kini tuna-tuna tangkapannya sebagian besar diekpor ke berbagai negara bekerjasama dengan para pengusaha tuna Korea Selatan.
Dari keahlian menangkap tuna itulah, suami dari Sadia Arif Launga itu bisa memiliki 12 kapal penangkap ikan lengkap dengan 100 anak buah kapalnya. Bahkan pria yang mengaku tak memiliki selembar ijazah pendidikan formal pun ini kabarnya telah memiliki sebuah apartemen “wah” di kawasan CBD (Central Bussines District) Segi Tiga Emas Kuningan Jakarta yang merupakan salah satu kawasan terelit di Indonesia.
Atas jasa-jasanya membantu para importir tuna dari Korea Selatan itu pula, Djumat Launga selalu memperoleh fasilitas VIP ketika sedang berada di Jakarta. Tak jarang seorang petugas hotel atau apartemen tak percaya bahwa pria yang selalu berbusana penuh kebersahajaan ini adalah mitra bisnis penting para pengusaha Korea itu.
Puluhan tahun bergelut dengan laut dan ikan tuna telah mengubah hidupnya menjadi seorang nelayan sukses. Pesannya kepada para nelayan jika membaca artikel ini, “Jadi nelayan tak harus hidup susah.” Ayo nelayan Indonesia.

Posted by by: on Jul 25, '07 10:03 PM for everyone |  | Pertengahan juli lalu, ombak besar terjadi di laut Selatan Jawa. Namun, sejumlah nelayan pancing di Desa Bulusan, Banyuwangi, Jawa Tengah, tetap nekat mencari ikan.
Para nelayan mengaku bahwa mereka mengetahui ancaman ombak besar di Laut Selatan dari televisi. Namun, mereka tetap melaut meski sering kali tidak mendapat tangkapan. Bahkan, ada beberapa nelayan yang nekat melaut terpaksa merapat ke pantai dengan bantuan nelayan lain.
Semua demi hidup yang lebih baik. Akankah?
pics: sofwan {kalipaksi} |
| |